oleh

BPKAD Gelar Bimtek, Hamzah: Jangan Biarkan SPJ Menumpuk

PALOPO, TEKAPE.co – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palopo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2017, di Aula Kantor Wali Kota Lantai 2, Rabu 26 Juli 2017.

Kepala BPKAD Kota Palopo, Hamzah Jalante, memberikan warning kepada pengelola keuangan masing-masing SKPD, agar tertib dan disiplin membuat laporan keuangan. Ia juga menegaskan agar pimpinan SKPD beserta pengelola keuangannya dalam pengelolaan keuangan agar terta baik.

Penegasan tersebut bukan tanpa alasan, karena menurut Hamzah, setelah laporan keuangan SKPD telah masuk ke BPKAD, dan dinyatakan telah tersusun dengan rapi dan teliti, maka laporan itu nantinya akan dilaporkan ke Menteri Keuangan.

Saat ini, lanjut Hamzah, masih banyak SKPD yang belum dapat menyampaikan laporan keuangannya secara baik, bahkan pertanggungjawabannya belum ada.

“Sering kami temukan adanya SPJ dibiarkan menumpuk, sehingga laporan pengelolaan keuangan tak bisa disajikan dengan baik. Jangan lagi ada sperti itu. Saya berharap pengelola keuangan SKPD serius, sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK RI sebanyak dua kali berturut-turut dapat dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan,” harap Hamzah.

Ia juga menjelaskan, pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah pusat sebanyak 3 – 4 persen atau setara Rp25 miliar hingga Rp26 Miliar, itu dipengaruhi pengelolaan keuangan yang tidak maksimal, sehingga daya serap anggaran masih rendah.

“Ini merupakan warning agar seluruh SKPD, sekiranya dapat meneliti anggarannya. Ikuti DPA-nya, terus teliti mana realisasi yang belum mencapai arus kas. Termasuk kegiatan belum berjalan. Kalau tidak teliti maka anggaran banyak yang ‘tidur,“ jelasnya.

Ketidaktelitian seperti itu, lanjut Hamzah, akan menghasilkan Silpa yang tidak bagus, karena perjalanan anggaran tidak diikuti dengan baik, akhirnya berimbas pada laporan keuangan tidak tertib. Hal ini jugalah sehingga saat ini daya serap APBD masih berkisar 36 persen.

Sementara itu, Plt Sekda Palopo, H Jamaluddin Nuhung pada kesempatan yang sama, mengharapkan agar seluruh pengelola keuangan SKPD dapat mengikuti dengan baik Bimtek tersebut agar hasil laporan keuangan kedepan dapat lebih baik lagi.

“Usahakan untuk tetap koordinasi antara pimpinan dan bawahan, agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” tegas Jamaluddin Nuhung.

Ia juga berharap, agar dapat memahami dan lebih mengerti dalam membuat dan menyusun laporan sesuai standar akuntansi, sebagai bahan BPKAD dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Palopo.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi dan Pelaporan BPKAD Kota Palopo, Neta Julianti. Ia menjelaskan, Bimtek ini dilakukan agar pengelola keuangan SKPD dapat lebih mengetahui dan memahami apa-apa yang masih perlu dibenahi dalam menyusun laporannya.

Karenq saat ini kendalanya utama berada pada kapasitas SDM pengelola keuangan yang masih banyak belum memahami dan menguasai sistem keuangan. “Itu jugalah sehingha dirasa perlu diberikan bimbingan dalam membuat sistem akuntasi,” tandasnya. (hms)