oleh

Bersama PKK Palopo, Unhas Gelar Dialog Interaktif dan Operasi Minimal Invasive di RSUD Sawerigading

PALOPO, TEKAPE.co – Guna deteksi dini kanker dan penanganan kesehatan di masyarakat, Tim Penggerak PKK Kota Palopo, bekerja sama dengan Pengabdian Masyarakat Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UNHAS, menggelar Dialog Interaktif, di Ruang Pola Kantor Walikota Palopo, Sabtu 23 Maret 2019.

Selain dialog interaktif, juga digelar operasi minimal invasive dan simposium ilmiah di RSUD Sawerigading. Juga ada Sunatan Massal di Puskesmas Benteng.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Hj Utiasari Judas menyampaikan, kegiatan tersebut guna menambah wawasan keilmuan, khususnya di bidang kesehatan, dengan harapan peserta kedepannya dapat berperan serta dalam pendidikan kesehatan masyarakat.

“Minimal, dalam pelayanan kesehatan di keluarga dan orang terdekat sebagai upaya membangun kualitas keluarga yang sehat, dan produktif menuju masyarakat Kota Palopo sehat,” ungkap Utiasari.

Saat ini, lanjut dia, diantara banyak penyakit yang ada, kanker masih menjadi salah satu yang paling ditakuti. Mengingat penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

“Jika melihat kenyataan tersebut, maka sangat penting bagi kita untuk selalu waspada dan tentunya memiliki pengamat pemahaman yang baik terkait penyakit kanker,” ucapnya.

Istri Walikota Palopo ini mengatakan, tidak bisa dipungkiri jika pada kenyataannya, sebagian besar penderita kanker justru baru menyadari atau mengetahui penyakitnya setelah memasuki stadium yang cukup parah.

Kondisi tersebut tentu sangat patuh disayangkan mengingat dalam stadium tersebut pengobatan yang bisa diberikan tentu sudah sangat terbatas.

“Atas dasar inilah mengingat pentingnya kesehatan dan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat maka kami beri berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Terkait peserta, kata dia, mereka yang diundang adalah sebagian merupakan ujung tombak kesehatan, yang kesehariannya berhubungan dengan masyarakat, sehingga besar harapan ilmu yang diperoleh hari ini dapat diturunkan ke keluarga, kerabat serta masyarakat lainnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palopo Ir H Rahmat Masri Bandaso (RMB) mewakili Walikota Palopo, mengungkapkan, saat ini lebih dari 30% penyakit kanker dapat dicegah dengan cara mengubah faktor resiko dan pola makan.

Selain itu kanker yang diketahui sejak dini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

“Olehnya, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan resiko penyakit kanker, sehingga dapat menentukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini,” ungkap RMB.

RMB juga sangat berharap, PKK melalui program-program kerjanya dapat terus mensosialisasikan deteksi dini kanker.

Tidak hanya pada anggota dan pengurus PKK saja melainkan kepada seluruh warga masyarakat kota Palopo sehingga dapat menekan angka kematian dari penyakit kanker yang sangat menakutkan.

“Tingkat prekonomian dikota Palopo begitu maju dan pesat, Palopo ini tujuan berbagai kegiatan dengan demikian semakian banyak kegiatan diadakan di kota Palopo akan semakin baik,” tandasnya.

Ketua Departemen Ilmu Bedah Unhas Makassar, DR dr Warsinggih, pada kesempatan yang sama, menyampaikan, kegiatan ini, selain memberikan ilmu kepada peserta, juga untuk penelitian dan pembuktian kepada masyarakat, bahwa suatu informasi kesehatan sangat berguna dalam kehidupan.

“Makanya, dalam rangkaian kegiatan ini, ada penyuluhan kesehatan, operasi minimal invasive, dan simposium ilmiah di RSUD Sawerigading,” ungkapnya.

Pada akhir kegiatan, dilaksanakan Penyerahan Plakat Walikota dari pemerintah Kota Palopo kepada ketua departemen ilmu bedah Unhas DR dr Warsinggih, dan penyerahan plakat dari RSUD Sawerigading, plakat IDI dari Dr dr Prihantono, dr Jhon Pieter.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, pihak kepanitiaan bukan hanya melakukan Dialog interaktif, namun juga dilaksanakan Sunatan Massal yang di laksanakan di Puskesmas Benteng. (hms)

Komentar

Berita Terkait