oleh

Belum Punya Amdal, Pembangunan Jalan Jeti PT BMS Dihentikan Sementara

LUWU, TEKAPE.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, kembali melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), di Ruang Musyawarah DPRD Kabupaten Luwu, Kamis 19 Desember 2019.

RDP itu dilakukan untuk memastikan izin pendukung dalam rencana pembangunsn Pelabuhan Jeti PT BMS, di Desa Toddopuli, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Pelabuhan tersebut sebagai tempat bongkar muat smelter milik perusahaan.

Anggota komisi III DPRD Kabupaten Luwu, Summang SE MM, dalam rapat dengar pendapat tersebut mengungkapkan, masyarakat Kabupaten Luwu tidak pernah berhenti menyoroti aktivitas PT BMS di Kecamatan Bua, karena tidak pernah melakukan komunikasi yang baik dan berlandaskan aturan baik dengan pemerintah Kabupaten Luwu, maupun kepada masyarkaat lokal.

“PT BMS ini kami nilai kurang memiliki etika dalam menjalankan usahanya. Perusahaan ini seharusnya memberi contoh yang baik kepada perusahaan lain, bagaimana berinvestasi yang baik. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Pemerintah daerah terkesan diabaikan. Masyarakat lokal juga demikian,” katanya.

Kali ini, lanjut dia, PT BMS diam-diam ingin membngun akses pelabuhan (Jetty). Sementara Pemkab Luwu sama sekali tidak tahu, demikian juga anggota DPRD Luwu.

“Belum ada ekspose dan belum mengantongi izin Amdal, namun sudah melakukan pekerjaan di lapangan,” ungkap Summang.

Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Luwu, Luther Bija, SH, MH, yang dimintai tanggapan terkait aktivitas PT BMS oleh Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, mengatakan, sejatinya untuk membangun akses Jetty, seharusnya PT BMS terlebih dahulu mengurus izin Amdal-nya.

Tetapi ternyata sampai hari ini, izin Amdal untuk pembangunan Jetty tidak pernah diperlihatkan ke Pemkab Luwu.

Hal senada diungkapkan Kepala Baperlitbangda Kabupaten Luwu, yang juga mantan Kepala DPMPTSP Luwu Drs Muhammad Rudi, yang mengatakan selama ini PT BMS terkesan kurang koperatif dan kurang bekerjasama dengan Pemkab Luwu dan masyarakat, terbukti manajemen pengelola PT BMS tidak pernah memenuhi kewajiban melaporkan progress kegiatan tiga bulan sekali kepada Pemkab Luwu.

“Pemkab Luwu sangat ingin pabrik smelter ini beroperasi secepatnya. Bahkan Pemkab Luwu mendorong proses percepatan pembangunannya. Tetapi justru manajemen PT BMS sendiri yang kami lihat bebal. Sampai hari ini saja Pemkab Luwu tidak pernah tahu berapa luas lahan yang sidah dikuasai PT BMS. Kami juga tidak tahu ternyata hari ini ada aktivitas pembangunan akses jalan untuk Jetty,” kata Rudi.

Site Manager PT BMS, Zulkarnain, yang mendapat sorotan tersebut menanggapi santai.

Ia menyatakan, pihaknya menjalankan aktivitas di wilayah empang di Desa Toddopuli, hanya sebatas membuat akses jalan.

Itupun karena lahan tersebut juga milik PT BMS, sehingga pihaknya menilai tidak ada masalah, karena bukan membangun Jetty, tetapi hanya membanung akses jalan untuk calon lokasi pembuatan Jetty.

“Kami berterima kasih masukan anggota DPRD Luwu. Untuk perizinan Amdal sampai hari ini memang belum terbit dari Pemprov Sulsel. Tetapi karena ada desakan warga ini, untuk sementara waktu aktivitas pembuatan akses jalan ini kami hentikan. Kami juga mengakui memang selama ini kurang berkordinasi dengan Pemkab Luwu. Atas sorotan masyarakat sekaitan aktivitas pembuatan askes jalan untuk ke lokasi jetty, itu sudah kami hentikan,” kata Zulkarnain.

Dari kesimpulan RDP ini ada tiga poin penting yang disampaikan Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali, pertama DPRD merekomendasikan kepada eksekutif atau SKPD yang membidangi untuk melakukan pemantauan pantauan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan PT BMS yang bertentangan regulasi yang ada.

Kedua saran dan masukan Anggota DPRD Luwu, untuk merekomendasikan komisi III agenda ulang untuk ekspose pembangunan pelabuhan.

Ketiga, PT BMS tetap komitmen pada forum terkait pembangunan jalan, ditunda untuk sementara, tapi setelah ada izinnya tidak ada halangan, tidak ada satupun orang bisa melarang beraktifitas. (ham)

Komentar

Berita Terkait