oleh

Bekerja Gotong Royong, Pemerintah Berhasil Bedah 1.704 Unit Rumah di Luwu Utara

MASAMBA, TEPAKE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Luwu Utara.

Upaya tersebut, salah satunya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), atau bedah rumah yang dimulai sejak tahun 2017 hingga saat ini.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKP2) Luwu Utara, Syamsul Syair mengatakan pada tahun 2017, program ini menjangkau sebanyak 340 unit rumah tidak layak huni.

Hal itu dilakukan melalui sharing pendanaan yang bersumber dari APBN sebanyak 200 unit dengan anggaran Rp.3 Milyar, sedangkan APBD sebanyak 140 unit dengan anggaran Rp.2,1 Milyar.

Sementara di tahun 2018, dibangun sebanyak 645 unit melalui APBN sebanyak 180 unit dengan anggaran Rp.2,7 Milyar, dan APBD sebanyak 165 unit dengan anggaran Rp.2,4 Milyar.

Ditambah lagi sumber dana Program NAHP (National Affordable Housing Program) Bank Dunia sebanyak 300 unit dengan anggaran Rp.4,5 Milyar.

Tahun 2019 lalu, dibangun sebanyak 719 unit melalui APBN sebanyak 505 unit dengan anggaran Rp.7,9 Milyar dan APBD sebanyak 214 unit dengan anggaran Rp.3,2 Milyar.

“Total program bedah rumah selama 3 tahun terakhir sebanyak 1.704 unit, dimana APBN sebanyak 885 unit dengan anggaran Rp.13,6 Milyar, APBD sebanyak 519 unit dengan anggaran Rp.7,7 Milyar,” ungkap Samsul Syair.

Sementra itu, Program NAHP (National Affordable Housing Program) Bank Dunia, sebanyak 300 unit dengan anggaran Rp.4,5 Milyar.

Hal ini merupakan bukti nyata, Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” tambah Samsul.

Pelaksanaan bedah rumah dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong. Selain itu, dalam proses pembangunan rumah swadaya ini juga mendorong terwujudnya nilai kearifan lokal dalam melakukan perbaikan rumah. []

Komentar