Bea Cukai dan KPP Morowali Temui Bupati, Bahas Pertumbuhan Industri hingga DBH Pajak
MOROWALI, TEKAPE.co – Bea Cukai Morowali bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Morowali melakukan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan bertemu langsung dengan Bupati Morowali, Ikhsan Baharuddin Abd Rauf, Selasa (6/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan industri di Kabupaten Morowali, kontribusi penerimaan negara, hingga penguatan sinergi antarlembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, Bea Cukai Morowali memaparkan perannya dalam memberikan berbagai fasilitas fiskal kepada sektor industri guna mendorong peningkatan investasi dan produksi di wilayah Morowali.
Sementara itu, bersama KPP Morowali, mereka juga menyampaikan kontribusi penerimaan negara yang bersumber dari aktivitas industri dan usaha di daerah tersebut.
Bupati Morowali, Ikhsan Baharuddin Abd Rauf mengatakan, perkembangan kawasan industri di Morowali diperkirakan akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Dengan pertumbuhan industri yang terus berkembang, kami berharap Dana Bagi Hasil perpajakan dapat menjadi sumber pembiayaan yang lebih kuat untuk mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Ikhsan, dukungan pembiayaan tersebut penting untuk memperkuat infrastruktur dan menangani dampak yang ditimbulkan dari aktivitas kawasan industri, seperti persoalan kesehatan masyarakat hingga kerusakan jalan.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dengan instansi vertikal, termasuk Bea Cukai dan Kantor Pajak, menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Morowali.
Dalam pertemuan tersebut, Bea Cukai Morowali, KPP Morowali, dan Pemkab Morowali juga sepakat memperkuat kolaborasi dalam mendukung iklim usaha yang kondusif serta memastikan perkembangan industri memberikan dampak optimal terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kantor Bea Cukai Morowali, Muhariadi Angkat, mengatakan pihaknya tidak hanya berperan dalam mendukung sektor industri melalui fasilitas fiskal, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pengawasan barang kena cukai ilegal.
“Peredaran barang kena cukai ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” kata Muhariadi.
Ia berharap kerja sama antara Bea Cukai dan Pemkab Morowali dapat terus diperkuat, terutama dalam upaya memberantas peredaran barang ilegal di wilayah tersebut.
Dengan sinergi yang terjalin, pemerintah daerah dan instansi terkait optimistis pertumbuhan industri di Morowali dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Fid)





Tinggalkan Balasan