oleh

Aptripel Launching Layanan Berbasis Branding Image Strategy RSUD Morut

Aptripel Launching Layanan Berbasis Branding Image Strategy RSUD Morut
Bupati Morowali Utara pada acara launching Branding Image Strategy RSUD Morut. 

MORUT, TEKAPE.co — Penyusunan program perluasan pelayanan kesehatan dan umum, telah diluncurkan pengelola Rumah Sakit Umum (RSU) Morowali Utara. Bahkan, akselerasi pelayanan berbasis branding image strategy itu, belum lama ini, telah dilaunching. 

Acara peluncuran layanan berbasis branding image strategy yang disusun oleh Delnan Lauende S.Sos M.Kes tersebut, dihadiri langsung Bupati Morut, Aptripel Tumimomor MT. 

Program akselerasi pelayanan berbasis branding image strategy, dimentori oleh Delnan Lauende S.Sos M.Kes, selaku project leader. 

“Sebagai organisasi pemerintah yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan, RSUD Morut membutuhkan branding strategy ssebagai akselerasi (percepatan, red) pelayanan ke masyarakat,” terang Delnan Lauende. 

Layanan publik berbasis branding image strategy, lanjut Delnan, merupakan salah satu upaya meningkatkan reputasi atau citra rumah sakit melalui aktifitas yang mampu menghasilkan sebuah merk atau brand positioning, brand essence, brand identity, brand extenstion, dan brand communication. 

“Tujuan utamanya, membentuk suatu merek dalam hal membangun citra. Sebuah brand power dan brand image rumah sakit, sangat ditentukan brandnya. Itulah kunci utama dari sebuah citra pelayanan,” kata Delnan. 

Melalui brand image atau experience membentuk persepsi di masyarakat terhadap kehadiran suatu barang atau produk. 

Dimana, brand memiliki makna di luar fungsi dalam pikiran orang-orang, brand juga merupakan seni, ilmu bagian yang tidak nyata namun berdampak langsung secara mendalam terhadap pengalaman subjektif seseorang dengan produk, kenangan pribadi, dan asosiasi budaya yang mengorbit di sekitarnya. 

Dengan menyusun branding strategy rumah sakit, adalah bagian dari upaya RSUD memetakan khalayak, sasaran berdasarkan aspirasi sikap, persepsi, dan ekspektasi terhadap rumah sakit, hingga permasalahan yang dihadapi maupun kebutuhan yang belum terpenuhi. 

“Dari situ pula, perlu diketahui persepsi, ekspektasi/harapan pegawai, mitra usaha, vendor, dan regulator terkait dengan eksistensi rumah sakit, kemudian menganalisa compebitor, menjalankan kegiatan komunikasi pemasaran dari berbagai analisa, hingga menentukan kebijakan rumah sakit,” terang Delnan Lauende. 

Makanya, landasan dari program tersebut hendaknya diketahui publik. Karena, beberapa promosi yang inovatif, ataupun inovasi menjadi sebuah keniscayaan untuk mengakselerasikan hadirnya kepuasaan pelanggan, yaitu melakukan branding strategy untuk mencapai akselerasi pelayanan dengan kegiatan pengelolaan, pengaduan, cenber costumer care, duty manager, pemasangan stiker, pembuatan PIN pegawai, dan pasien, hingga open house gerakan cuci tangan septik. 

“Latar belakangnya, peningkatan pelayanan publik memenuhi tuntutan reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik, sesuai Nawacita pemimpin Negara, selama ini kualitas publik masih dalam kondisi memprihatinkan. Pelayanan kesehatan memadai di RSUD adalah sesuatu yang dirindukan masyarakat, tentunya harapan itu dapat menjadi kenyataan dengan kebijakan pelayanan yang telah diatur pemerintah RI lewat Kemenkes. Tujuannya, rumah sakit bisa meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan, secara efisien, dan efektif kepada masyarakat,” papar Delnan Lauende. 

RSUD Kolonodale Morut melaksanakan pelayanan jasa kesehatan, dan dalam perkembangannya menuju rumah sakit type B. Pelayanan prima secara menyeluruh, terpadu, ataupun merata dan terjangkau seluruh lapisan masyarakat mutlak dipenuhi, dengan transformasi pelayanan. Langkah konkritnya, yaitu menyiapkan askelerasi pelayanan berbasis branding image strategy. 

Akselerasi yang dilakukan, memberi respon terhadap pengaruh unsur eksternal dan internal. Dibutuhkan pencitraan identitas costumer RSUD maupun pegawai dengan maksud, masyarakat saling kenal mengenal, sehingga intervensi pelayanan dapat terlaksana secara baik. 

“Brand yang dihadirkan, dalam bentuk pembuatan PIN/Id Card pegawai, pemasangan stiker terhadap asset ambulance, gedung-gedung pelayanan RSUD, dan desain warga maupun gambar di RSUD. Ini nantinya akan berdampak terhadap keteraturan pelayanan mengacu pencitraan. 

“Berdasarkan latar belakang itu, reformer merancang inovasi dalam upaya akselerasi pelayanan berbasis brand image strategy, yaitu terpenuhinya pelayanan bermutu dan terjangkau seluruh masyarakat lapisan,” ulas Delnan Lauende. (gaf/fid) 


VISI RSUD KOLONODALE

Terciptanya Pelayanan Bermutu dan Terjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat. 

MISI RSUD KOLONODALE

  • Meningkatkan SDM yang profesional sesuai legalitas di jajaran RS. 
  • Meningkatkan sarana-prasarana yang dibutuhkan oleh SDM. 
  • Menjalankan tugas-fungsi sesuai profesi dan keahlian. 
  • Memberikan dan Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas. 

Komentar