oleh

Anwar Hafid Kritik Pemkab Morowali, Dinilai Kurang Perhatikan Kampus II UNTAD

MOROWALI, TEKAPE.co – Boro-boro naik status menjadi Universitas otonom yang berdiri sendiri, Kampus II Universitas Taddulako (UNTAD) Morowali, progresnya justru terkesan jalan di tempat, alias tidak mengalami kemajuan berarti.

Saat berkunjung ke Morowali, Rabu (1/8/2021), anggota DPR-RI, Drs H Anwar Hafid MSi, di hadapan awak media, ikut prihatin melihat perkembangan Kampus II UNTAD yang terkesan ‘of progres’ serta semakin mundur ke belakang.

“Sewaktu saya jadi Bupati di Morowali, tepatnya 12 tahun yang lalu sektor pendidikan memang kita prioritaskan, sehingga saya bersama seluruh tokoh masyarakat berusaha semaksimal mungkin menghadirkan Kampus II UNTAD, tujuannya sebenarnya hanya satu yaitu bagaimana bangku kuliah yang ada di perguruan tinggi tersebut tidak hanya diduduki orang-orang yang punya kemampuan keuangan, tapi juga dinikmati keluarga-keluarga kita yang berasal dari warga kurang mampu,” tandas Anwar Hafid.

Dalam memajukan dunia pendidikan, pemerintah memberikan fasilitas berupa bantuan pendidikan (beasiswa), dan mendatangkan kampus ke Morowali. Perjuangan UNTAD bisa memberikan kampus II di Morowali tidak lah main-main dan sangat panjang, mulai dari situ Kampus II dibangun sedikit-sedikit, bahkan sampai pernah pinjam kantor.

Hanya saja, lanjut Anwar Hafid, Kampus II UNTAD yang semula dipersiapkan menjelma sebagai Universitas pertama di Morowali, kini harapan itu semakin jauh menjadi kenyataan setelah melihat kondisi yang terjadi sekarang ini.

Informasi terbaru, mahasiswa semester 5 dan 6 ke atas harus mengikuti perkuliahan di Kota Palu, padahal dulunya mahasiswa wisuda di Morowali.

Kenapa demikian, karena dosen sudah tidak lagi ke Morowali. Dulu ada asrama dosen yang dibangun, sayangnya gedung itu belum selesai juga.

“Saya kira yang perlu diperhatikan pemerintah sekarang, ikut membantu menuntaskan pembangunan gedung (infrastruktur) Kampus II yang jauh lebih penting ketimbang proyek reklamasi pantai Matano, sehingga dengan begitu Kampus II UNTAD dapat memenuhi target membuka 5 sampai 7 program studi (Prodi) sebagai syarat menjadi Universitas,” pungkas Anwar Hafid. (FD-HF)