oleh

Sudah Lengkap Dokumen Persyaratan, Tapi DPRD Palopo Masih Akan Studibandingkan

PALOPO, TEKAPE.co – Rencana pembangunan rumah sarang burung walet di Jl Datok Sulaiman, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, hingga kini masih berpolemik.

Komisi III DPRD Palopo telah memanggil pihak terkait untuk mencarikan solusi, Senin 6 Agustus 2018. Hanya saja, dalam rapat dengar pendapat itu, DPRD Palopo belum bisa mengeluarkan rekomendasi dan solusi terkait polemik penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

DPRD ingin melakukan studi banding terlebih dahulu sebelum mengeluarkan rekomendasi sebagai solusi dari masalah ini.

Padahal, tim terpadu dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palopo, telah menegaskan, jika pihak investor telah memenuhi dokumen persyaratan dan telah sesuai prosedur, untuk penerbitan IMB.

Kabid Pengkajian dan Pemrosesan Perizinan DPMPTSP Palopo, Mardi, dalam rapat itu, mengungkapkan, pemohon penerbitan IMB atas nama Ben Lai, hingga kini telah memenuhi persyaratan untuk penerbitan IMB.

“Hingga kini, belum ada aturan yang dilanggar pihak investor. Bahkan kami kasi jempol, karena mengurus IMB lebih dulu baru memulai. Dibandingkan yang lain, ada yang membangun dulu baru mengurus izin,” katanya.

Menurutnya, hingga kini, seluruh dokumen persyaratan untuk penerbitan IMB telah dipenuhi. Hanya saja, untuk menerbitkan IMB, menunggu keputusan DPRD, karena terlanjur ada polemik di lapangan.

“Prosedur sudah lengkap. Tidak ada aturan yang dilanggar. HO atau izin gangguan saat ini tak perlu lagi, karena dianggap menghambat investasi. Tak perlu izin tetangga. Itu sesuai aturan terbaru,” terangnya.

Mardi mengungkapkan, jika ini tidak diberikan IMB, maka ditakutkan akan berdampak pada warga lain yang ingin membangun. Bahkan bisa investor takut masuk Palopo. Sebab dokumen sudah lengkap dan sesuai prosedur.

“Ini bisa berdampak bagi warga lain, yang ingin membangun. Kami khawatirkan juga akan muncul kasus yang sama,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Pemkot Palopo, selaku ketua tim terpadu, Taufiq, menegaskan, jika aduan warga, perlu dicermati. Namun itu tidak boleh menghalangi orang membangun. Ia berharap agar masalah ini segera ada solusi.

Camat Wara Timur Baso Aznur, menegaskan, terkait polemik tersebut, pihak investor telah berjanji untuk memenuhi semua pemerintaan warga.

 

BACA JUGA:
Soal Pro Kontra Burung, Ini Penjelasan Camat Wara Timur dan Pihak Pengelola

 

Sementara itu, Pimpinan Rapat Komisi III DPRD Palopo, Alfri Jamil, mengaku belum bisa memutuskan dan mengambil langkah solusi terkait masalah itu.

Ia mengaku, pihaknya butuh bahan perbandingan di daerah lain, sebagai referensi untuk masalah yang ada ini.

“Kami belum bisa mengambil keputusan, kami akan mengunjungi daerah lain, sebagai referensi, atau perbandingan,” tandasnya. (del)

Komentar

Berita Terkait