oleh

PT Vale Dinilai Ingkar Janji, Puluhan Tahun Lahan Warga tak Dibayarkan

TOWUTI, TEKAPE.co – Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Rakyat (Gemara) melakukan aksi unjuk rasa, Jumat 8 Maret 2019, di pertigaan Enggano, Desa Asuli Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Mereka menuntut agar PT Vale Indonesia Tbk, segera memenuhi tuntutan masyarakat Lingkar Tambang Pesisir Towuti.

PT Vale dinilai sudah puluhan tahun belum juga menepati janjinya, utamanya membayar ganti rugi lahan warga yang tenggelam di lima Desa Pesisir Towuti.

Dalam pernyataan sikapnya, massa menuntut agar PT Vale segera merealisasikan konfensi tanah tenggelam di lima Desa di Pesisir Towuti.

Segerakan pemerataan penyaluran air air bersih di tiap desa di Kecamatan Towuti,  berdayakan masyarakat lokal dalam ketenagakerjaan PT Vale, dan realisasikan janji program perkebunan Pinanghill.

“Kami tak mau dengar lagi alasan PT Vale untuk tidak membayar lahan warga. Sudah terlalu lama warga menunggu dan dijanji,” tandas Jendral Lapangan, Erick Estrada.

Usai melakukan orasi, massa ditemui Management PT Vale, dan kemudian dilakukan mediasi di Aula Kantor Camat Towuti.

Hadir dalam mediasi itu, Drs Alimuddin Nasir (Camat Towuti), Kompol M Rifai (Kabag Ops Polres Lutim), Kompol Samurai A (Kapolsek Nuha), Kapten Dahlan (Danramil Nuha), AKP Zainuddin (Kabag Ren Res Lutim), AKP Joddy T (Kasat Sabhara Polres Lutim), Iptu Palmer S (Kasat Intel Res Lutim), Iptu Eli Kendek (Kapolsek Towuti), dan Exsternal PT Vale, yakni Yusri Yunus, M Sahir, dan Mifta Huddin.

Camat Towuti, Drs Alimuddin Nasir, dalam pertemuan itu, mengungkapkan, terkait tanah tenggelam yang berada di pesisir danau, ia mengaku pihaknya dan PT Vale akan membuat payung hukum terlebih dahulu.

“Setelah ada kesepakatan, kami dan PT Vale akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengadaan air bersih tersebut, dan akan menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, Pihak PT Vale, mengaku, sejak tahun 2000, pihaknya telah dilakukan kesepatakan bersama pemilik tanah tenggalam. Saat itu, telah dibayarkan secara bersamaan bagi yang telah melengkapi administrasinya.

“Tanah tenggelam yang ada di pesisir danau, segera dibayarkan, apabila syarat dan administrasi telah lengkap,” tandasnya.

Ia juga mengaku, pihanya, di akhir tahun 2018, telah membentuk tim independen terkait permasalahan air bersih di wilayah lingkar tambang. Hingga saat ini, tengah bekerja, hanya saja membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

Namun, pertemuan mediasi antara Pemerintah Kecamatan Towuti, PT Vale, dengan Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Rakyat, tidak menghasilkan kesepakatan.

Massa meninggalkan aula kantor Camat Towuti, dan mengancam akan melakukan aksi lanjutan sampai semua tuntutannya dipenuhi. (man)

Komentar

Berita Terkait