oleh

Petani Terkendala Mesin Panen, Pemkab Luwu Bakal Jalin Kerjasama Daerah Tetangga

BELOPA, TEKAPE.co – Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak (SBj) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami petani di Luwu.

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat bersama stakeholder membahas penanganan masalah petani sawah yang terkendala alat mesin panen (combine), di ruang kerjanya, Rabu 15 Mei 2019.

Rapat itu melibatkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Bulog dan para camat se kabupaten Luwu.

Pertemuan itu membahas solusi bagi petani yang padi siap panen, namun terkendala mesin panen.

Ada beberapa langkah yang diambil dalam pertemuan tersebut, antara lain memerintahkan para Camat dan kepala desa untuk berkomunikasi kepada peluncur yang ada di wilayahnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Luwu akan menjalin kerjasama dengan kabupaten tetangga, khususnya Sidrap, Pinrang, dan Wajo, yang memiliki banyak mesin panen combine.

“Kita telah telah sepakat mengambil tindakan untuk petani. Hasil rapat ini, akan kami laporkan ke Pak Bupati,” ujar Syukur Bijak.

Khusus combaine, akan ada pengadaan oleh pemda antara 5 -10 unit mulai tahun depan.

Sementara itu, Kepala UPP Walenrang, Ikram Spd, mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Luwu.

Ia mengatakan, musim panen kali ini membuat banyak petani di Luwu menjerit. Mereka hanya bisa pasrah melihat padi miliknya yang sudah masak tidak bisa dipanen.

“Biaya yang dikeluarkan petani sangat banyak namun hasilnya tidak bisa di panen. Kondisi ini dialami para petani pada musim panen ini, lantaran cuaca buruk yang tak menentu mengakibatkan padi miliknya rusak terkena banjir,” ujarnya.

Para petani berlomba mencari mesin panen dozer atau combine namun kurangnya alat tersebut membuat petani hanya bisa pasrah jika musibah banjir datang.

“Musim panen bersamaan sementara mesin combine kurang,” keluh seorang petani di Luwu. (*)

Komentar

Berita Terkait