oleh

Mahasiswa Sorot Pesawat Cargo Rute Masamba-Rampi

MASAMBA, TEKAPE.co – Pesawat angkutan barang rute Masamba-Rampi, dipertanyakan mahasiswa Palopo asal Rampi, Nalfianti Tupu.

Pasalnya, pesawat cargo yang sejatinya untuk mengangkut barang milik warga Rampi, malah sering dikesampingkan pihak Bandara Andi Djemma Masamba.

Padahal, pesawat cargo itu memang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Luwu Utara itu.

“Dari apa yang saya lihat di lapangan, pesawat cargo yang setiap harinya mengangkut barang seberat 1 ton atau sama dengan 1.000 Kg, bukan murni barang masyarakat. Tetapi, yang lebih mendominasi adalah barang milik Perumda,” ujarnya.

Nalfianti Tupu, dalam rilisnya, menyebutkan, barang dari masyarakat Rampi hanya diperbolehkan 200 Kg setiap harinya.

“Harusnya, jika memang seperti itu, terlebih dahulu ada penyampaian atau penjelasan kepada masyarakat, dan meminta terlebih dahulu kesepakatan dari masyarakat terkait hal tersebut, karena lagi-lagi saya tekankan peruntukan jasa pesawat cargo sangat jelas kepada siapa,” tandasnya.

Ia berharap, agar pihak Bandara Andi Djemma Masamba memberikan penjelasan tentang peruntukan pesawat cargo yang sedang beroperasi.

“Masyarakat Rampi sangat membutuhkan kemudahan untuk mengangkut barang mereka. Sementara hari ini yang terjadi di lapangan berbanding terbalik dengan harapan masyarakat Rampi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Masamba yang hendak dikonfirmasi, tak ada di tempat.  (*)

Komentar

Berita Terkait