oleh

KPU Palopo Raih Predikat Terbaik di Orientasi Tugas Anggota KPU se Indonesia

JAKARTA, TEKAPE.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo berhasil menjadi peserta terbaik pada Orientasi Tugas Anggota KPU Periode 2018-2023, di JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu 30 Oktober hingga Sabtu 3 November 2018.

Komisioner KPU Palopo, Abbas, Abdul Haris Mubarak, Abdullah Jaya Hartawan, Iswandi Ismail, dan Ahmad Adiwijaya, bersama sekretaris KPU Palopo Mansur, berada di Kelas B dalam pelaksanaan orientasi gelombang keempat yang digelar KPU RI, untuk anggota KPU kab/kota se Indonesia.

Kegiatan ini dibuka langsung Ketua KPU RI Arief Budiman, sekaligus memberikan arahan cara membangun team work yang kompak dan berintegritas untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

Komisioner KPU Palopo, Abdullah Jaya Hartawan, dalam rilisnya yang diterima Tekape.co, Jumat 11 November 2018, mengungkapkan, selain menyabet satuan kerja terbaik dalam kelas, peserta teraktif pilihan peserta di kelas B diberikan kepada Ketua KPU Palopo Abbas. Kemudian predikat peserta ter-smart disabet Abdullah Jaya Hartawan.

“Kegiatan orientasi ini merupakan pembekalan bagi anggota KPU untuk memahami tugas dan fungsi wewenang anggota KPU kabupaten/kota, agar dapat menyelenggarakan pemilu dengan baik ditingkat kabupaten/kota sesuai dengan pedoman dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Pemateri yang dihadirkan memberikan bimbingan antara lain Ketua KPU RI Arief Budiman, Evi Novida Ginting Manik, Perwakilan Bawaslu, Ketua DKPP, mantan komisioner KPU RI Ida Budiati, dan mantan Ketua KPU RI periode 2007-2012 Abdul Hafis Anshari, dan lainnya.

Sementara fasilator kegiatan berasal dari penggiat demokrasi yang sudah ternama antara lain DR Endang Sulastri (mantan komisioner KPU RI periode 2007-2012), DR Abdul Gaffar SIp MA (Dosen Dept Politik dan Pemerintahan), DR Aditya Perdana (Executif Director Pusat Kajian Politik UI) dan sebagainya.

Materi yang diberikan fasilitator antara lain nilai dan prinsip pemilu bebas dan adil, gender dan disabilitas dalam penyelenggaraan pemilu, etika penyelenggara pemilu, sistem pemilu di Indonesia, tahapan pemilu dan perencanaan strategis, tata kelola internal dan mekanisme pengambilan keputusan, pemahaman aktor dan isu pemangku kepentingan kepemiluan dan pengelolaan dan penyelesaian pelanggaran dan sengketa pemilu serta strategi advokasi penanganan kasus. (*)

Komentar

Berita Terkait