oleh

Kawal Kasus Listrik di Kantor Telkomsel Palopo, YLKI Minta DPRD Segera Panggil PLN

PALOPO, TEKAPE.co – Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Palopo siap mengawal kasus listrik di Kantor Telkomsel Palopo, yang diputus sepahak oleh PLN Rayon Palopo.

Kini, Kantor Distributor Telkomsel area Luwu Raya dan Toraja, PT Comindo Mitra Sulawesi, tak lagi ada aliran listrik PLN ke ruko yang disewa di bilangan Jl Andi Djemma Palopo itu.

 

BACA JUGA:
Kaget Ditagih PLN Rp62 Juta, Arus Listrik Kantor Telkomsel Palopo Pun Diputus

 

Bidang advokasi YLKI Kota Palopo, Rudy Rasyid, Kamis 18 Oktober 2018, mengungkapkan, pihaknya secara resmi telah diminta oleh PT Comindo sebagai pelanggan PLN, untuk mendampingi masalah pencabutan secara pihak yang dilakukan PLN di kantor Telkomsel Distribution Center (TDC) Palopo itu.

“Kami dari YLKI siap mengawal kasus ini. Sebab ini sangat merugikan pelanggan,” katanya, saat ditemui di salah satu warkop di bilangan Jl Andi Djemma Palopo.

Bayu, sapaan akrab Rudy Rasyid, juga meminta kepada DPRD Kota Palopo, agar segera memanggil PLN dan pihak terkait.

“Kami telah menyurat ke DPRD untuk dilakukan hearing. Mudah-mudahan ini bisa segera ada solusi. Kasus seperti ini bukan hanya dialami kantor Telkomsel Palopo, namun banyak yang sudah dikorbankan,” ujarnya.

Untuk diketahui, PLN Rayon Palopo mencabut meteran listrik atau kWh di Kantor Distributor Telkomsel area Luwu Raya dan Toraja, PT Comindo Mitra Sulawesi, Jumat 12 Oktober 2018 lalu.

Selain itu, PLN juga meminta kepada kantor Telkomsel Distribution Center (TDC) Palopo itu untuk membayar tagihan susulan sebesar Rp62 juta.

Melihat hal itu, General Manager PT Comindo Mitra Sulawesi, Awaluddin, mengaku kaget dengan jumlah yang harus dibayar dan tindakan PLN memutus aliran listrik ke kantornya.

Awal mengaku, tak tahu menahu apa yang terjadi, sehingga PLN menemukan ada kerusakan yang disengaja di kWh kantor yang disewa di bilangan Jl Andi Djemma Palopo itu. (del)

Komentar

Berita Terkait