oleh

Jumat Pertama Penerapan Edaran Bupati, Lihat Gaya Kabag Humas Luwu Pakai Sarung Saat Berkantor

LUWU, TEKAPE.co – Sebagai upaya melestarikan budaya orang Luwu, Bupati Luwu, Basmin Mattayang, menerbitkan surat edaran tentang imbauan menggunakan sarung atau ‘mallipa’ (bahasa Luwu, red) dan penggunaan bahasa daerah Luwu, Tattae’ bagi pegawai lingkup Pemkab Luwu.

Salah satu poin dalam surat edaran dengan nomor 061/025/ORG/III/2019 itu meminta kepada ASN dan pegawai pemerintah di Pemkab Luwu untuk menggunakan sarung tiap Jumat, khususnya saat pergi salat Jumat, dan penggunaan bahasa daerah setiap hari Jumat.

 

BACA JUGA:
Tiap Jumat, Pemkab Luwu Wajibkan ASN Pakai Sarung dan Bahasa Daerah

 

Jumat 8 Maret 2019, hari ini, merupakan hari pertama penerapan surat edaran tersebut. Ada dari mereka sudah menggunakan sarung saat berkantor, namun juga ada yang baru akan menggunakan sarung saat pergi salat Jumat.

Seperti Kabag Humas Luwu, Muh Ansir Ismu. Ia tampak memilih menggunakan sarung saat berkantor. Ia tampak elegan dengan baju putih dan sarung kotak-kotak.

Sebab menurutnya, memakai sarung sudah biasa baginya, utamanya saat salat. “Ini memang bagian dari budaya kita. Sehingga memang perlu dilestarikan. Saya kira ini bagus,” ujar Ansir Ismu, dalam bahasa Luwu, yang memang diwajibkan dipakai saat hari Jumat.

Untuk diketahui, dalam surat edaran tersebut memuat, pertama, imbauan agara seluruh ASN dan non ASN pria yang beragama Islam, untuk menggunakan Sarung Bida’, Baju Koko (baju kemeja bebas dan rapi), dan songkok pada saat beribadah Salat Jumat di Masjid. Untuk perempuan muslimah, diimbau berpakaian gamis. (*)

Komentar

Berita Terkait