oleh

Ini Kisah H Arsyad dan 15 Orang Lainnya Selamat Dari Tsunami Palu

PALOPO, TEKAPE.co – Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 beberapa waktu lalu, Gempa tersebut menyebabkan gelombang tsunami yang menerjang wilayah di Palu, Donggala dan Mamuju.

Akibat bencana itu salah seorang warga asal Makassar, Jl Cendrawasih, H. Arsyad (64) bersama 15 orang menjadi korban gempa dan tsunami. Dirinya beserta 15 orang lainnya kembali ke Kota Makassar karena trauma dan ketakutan akan datangnya bencana susulan.

“Kami semua ketakutan. Awalnya kami bingung mau mengungsi di mana, akhirnya kami pilih untuk kembali ke Makassar,” terang, H Arsyad, saat ditemui di Jalan Kelapa, Kota Palopo, Senin 1 Oktober 2018.

Saya, lanjut H Arsyad dan bersama 15 orang lainnya saat gempa dan tsunami terjadi berada di daerah Pantoloan, tepat diwilayah pesisir Kota Palu, saat melihat ombak besar, kami langsung menuju daerah ketinggian.

“Kami selamat dari bencana tersebut atas khendak dari Tuhan. Usai bencana itu kami langsung berangkat menggunakan bus tujuan Toraja melalui jalur Poso. Karena bus itu akan ke Toraja kami turun di Palopo sebelum melanjutkan perjalanan ke Makassar,” ucapya. (usman)

Komentar

Berita Terkait