oleh

Hingga Sabtu Pagi, Sulteng Telah Diguncang 15 Kali Gempa

PALU, TEKAPE.co – Setelah Pulau Lombok diguncang gempa bertubi-tubi, kini giliran Pulau Sulawesi, yang pusat gempa berada di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bahkan, wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala sempat diterjang tsunami setinggi 1-2 meter. Itu terjadi setelah guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 SR, Jumat 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB atau 18.02 wita, berada di lokasi 0.18 LS dan 119.85BT dan jarak 26 km dari Utara Donggala Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) mencatat, sejak Jumat hingga Sabtu pagi, 28-29 September 2018, wilayah Sulteng telah diguncang sedikitnya 15 kali gempa, dengan kekuatan 5,0 SR hingga 7,7 SR. 14 kali gempa susulan Jumat malam, dan satu kali terjadi Sabtu subuh.

Dari catatan BMKG, gempa terjadi pertama kali pukul 14:00:00 WIB atau pukul 15.00 wita, di kedalaman 10 Km, dengan jarak 8 km berada di barat laut Donggala, Sulteng.

Sementara gempa terakhir dirasakan Sabtu 29 September 2018, pukul 04.24:02 WIB atau 05.24:02 Wita, yang terjadi di kedalaman 10 Km di wilayah 34 Km arah tenggara di Kabupaten Sigi, Sulteng.

Sedangkan gempa terdahsyat terjadi saat gempa susulan keempat, Jumat 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB atau 18.02 wita, di wilayah 26 km dari Utara Donggala Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km.

Kemudian hampir bersamaan terjadi, terjadi juga gempa berkekuatan 7,4 SR, di kedalaman 11 Km, yang berada di wilayah 25 km Kabupaten Donggala, Jumat sore, pukul 17:02:45 WIB atau 18:02:45 wita.

Sebelum Pulau Sulawesi diterjang gempa, sehari sebelumnya, Kamis 27 September 2018, Pulau Aceh, Maluku, dan Papua juga diguncang gempa berkekuatan antara 5,0 SR hingga 5,5 SR.

Dampak Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Donggala VII-VIII MMI, Palu, Mapaga VI-VII MMI, Gorontalo dan Poso III-IV MMI, Majene dan Soroako III MMI, Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, Sengkang, Palopo, Kaltim dan Kaltara II – III MMI, Makassar, Gowa, dan Toraja II MMI.

BMKG melaporkan, hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh.

Hingga Sabtu pagi, keluarga yang berada di Palu dan sekitarnya, belum bisa dihubungi lewat telepon. (del)

Komentar

Berita Terkait