oleh

Hadiri HUT KTL Wasuponda, Husler Diberi Miniatur Rumah Adat Toraja

Hadiri HUT KTL Wasuponda, Husler Diberi Miniatur Rumah Adat Toraja

LUTIM, TEKAPE.co – Bupati Luwu Timur, H Muh Thorig Husler, menerima miniatur rumah adat Toraja saat menghadiri Silahturahmi dan Ulang Tahun ke-37 Kerukunan Tallu Lembang (KTL) Wasuponda Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (28/01/2017) sore.

Kerukunan Tallu Lembangna Wasuponda merupakan suatu kesatuan etnis masyarakat berasal dari tiga wilayah atau daerah dari Tanah Toraja, yakni Sangalla, Makale dan Mengkendek, dengan latar belakang Budaya yang sama, meskipun juga ada yang berbeda keyakinan atau agama. Namun membentuk suatu kesatuan yang utuh, satu persepsi, sehingga hidup dalam satu kerukunan.

Kerukunan ini juga terbentuk setelah sebelumnya sudah di awali oleh terbentuknya kerukunan-kerukunan yang berasal dari Tallu lembangna Toraja, seperti Kerukunan Sangalla, dan Kerukunan Mengkendek.

Dengan berbagai macam persepsi dan pendapat, muncul keinginan tokoh-tokoh dari kerukunan –kerukunan tersebut ingin menyatukan pendapat dengan mengadakan musyawarah untuk membentuk satu kerukunan, yakni Kerukunan Tallu.

Ketua Panitia, Jhoni Rangan, dalam laporannya mengatakan organisasi ini dibentuk dengan tujuan seperti yang dirumuskan para tokoh-tokoh pendahulu kerukunan. Hal ini merupakan arah dari kerukunan ini, diantaranya mewujudkan secara nyata kebersamaan dalam masyarakat baik masyarakat Tallulembangna, maupun masyarakat di Kecamatan Wasuponda pada umumnya. 

Kemudian juga untuk membantu sesama anggota kerukunan yang ditimpa Musibah, seperti kematian, kebakaran, gempa bumi dan sebagainya, serta mempererat hubungan kekeluargaan, dan solidaritas dikalangan anggotanya.

“Tujuan lainnya, seperti membina dan mengembangkan potensi dari kalangan masyarakat Tallu Lembangna, seperti saat ini sudah sudah terbentuk Sanggar Tari Tallu Lembangna,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Muh Thorig Husler, mengatakan, semangat silaturahmi yang dibawa kerukunan ini sangat baik. Dimana bisa menjadi saling mengenal dan lebih akrab diantara sesama. 

Apalagi, kata Husler, kehadiran Kerukunan Tallu Lembangna ini juga merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, peduli sesama, dan tetap memegang teguh norma-norma dimana organisasi ini berada, seperti pepatah ‘dimana bumi berpijak disitu langit dijunjung.’

Kerukunan Tallu Lembangna Wasuponda, lanjut Husler juga menganut pada prinsip Siporantu, Sipakala’bi dan Sipakaboro’ karena inilah yang harus dijaga bersama yang menjadi kekuatan dalam kerukunan dan bukanlah dari segi jumlah keanggotaannya.

Turut hadir dalam acara silahturahmi dan Ulang tahun ke-37 Kerukunan Tallu Lembang (KTL) Wasuponda Kabupaten Luwu Timur, Camat Wasuponda, Jhoni Patabi, Kabag Humas dan Protokol, Alimuddin Bahtiar, Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. (hms)

Komentar