oleh

Diberhentikan Sepihak, Kaur Pemerintah Desa Libukang Ngaku Gajinya Belum Dibayar

LUWU, TEKAPE.co – Kaur Pemerintahan Desa Libukang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Maklim Umin, diduga diberhentikan secara sepihak oleh Kepala Desa Libukang. Kaur Pemerintahan ini melayangkan protes karena gajinya tak terbayarkan untuk gaji triwulan kedua tahun 2018.

Ia mengatakan, pada bulan Juni 2018, dirinya baru mengetahui bahwa dirinya diberhentikan tanpa ada musyawrah dan surat untuk mengundurkan diri sebagai Kaur Pemerintahan oleh pihak Kepala Desa Libukang.

“Saya tidak mempersoalkan jika diberhentikan tapi harusnya sesuai prosedur ini diberhentikan secara sepihak tanpa ada musyawarah di desa, dan tanpa ada surat pengunduran diri sebagai Kaur, tapi yang saya sesalkan hak saya juga belum terbayarkan,” ujarnya.

Sementara itu, menurutnya, pemberhentian ini harusnya dilandasi dengan aturan yang berlaku sesuai dengan peraturan Desa dan Peraturan Menteri Dalan Negeri nomor 83 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentikan perangkat desa.

Disamping itu, Muklim juga mengaku bahwa sejak tahun 2017 gaji aparat desa selalu mendapat potongan oleh kepala desa yang katanya diperuntuhkan untuk mengaji para tenaga honorer yang ada di desa.

“Gaji saya di tahun 2016 Rp, 4,2 juta 4 kali terima dalam setahun, namun masuk tahun 2017 saya hanya terima, Rp 3,5 juta 4 kali trima dalam 1 tahun potongannya kisaran Rp 400-500 ribu. Semua pemotongan gaji ini dikenakan kepada seluruh perangkat desa, baik itu kadus. Pemtongan gaji kata Kepala Desa untuk membayarkan gaji tenaga hoborer yang berjumlah 3 orang,” terangnya. (ham)

Komentar