oleh

Dialog Kepemudaan, KNPI Luwu Bahas Potensi Generasi Muda Dalam Kontekstasi Politik

LUWU, TEKAPE.co – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Luwu menggelar dialog kepemudaan dengan tema ‘Potensi Generasi Muda Dalam Kontekstasi Politik 2019’, di Warkop Topoka, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Senin, 29 Oktober 2018.

Dalam dialog kepemudaan ini menjadi keynote speaker, Wakil Bupati Luwu, Amru Saher, Ketua KNPI Luwu, Irwan Saputra Pajerih, Tokoh Pemuda, Afrianto Nurdin, Pengamat Politik, Andrie Islamuddin.

Dalam materinya, Wakil Bupati Luwu, H Ammru Saher, menguraikan bahwa pemuda dalam Kontekstasi Politik harus ikut serta dan memiliki peran sebagai regenerasi politik agar tidak hanya dikuasai oleh generasi tua.

“Didunia politik pemuda yang ikut serta tidak hanya asal ikut namun memiliki karakter dan memperjuangkan suara rakyat khususnya generasi muda. Kita lihat srkarang Partai politik sekarang sudah mulai memilih generasi milenail sebagai caleg, hal ini bagus untuk memunculkan ide baru dalam dunia politik,” urainya.

Lanjut, Amru Saher, mengharapkan KNPI Luwu terus melaksanakan kaderisasi dan terus melaksanakan kegiatan yang bermanfaat dalam masyarakat. Dimana kemudian akan melahirkan figur-figur muda yang bisa berada di setiap lini termasuk politik.

Sementara itu, Ketua KNPI Luwu, Irwan Saputra Pajerih, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan di Kabupaten Luwu untuk mengundang pemuda dalam dialog membuka pandangan tentang politik di Kabupaten Luwu.

“Melalui kegiatan ini untuk mengundang pemuda dalam dialog membuka pandangan tentang politik di Kabupaten Luwu,” ucapnya.

Disamping itu, Tokoh Pemuda, Afrianto Nurdin, menyampaikan para pemuda, harus investasi sosial untuk ikut serta dalam politik terutama yang punya kemampuan intelektual. Pemuda harus mempunyai inovasi untuk menjawab tantangan dan Permasalahan yang ada di masyarakat.

“Pemuda itu harus punya gagasan yang disampaikan pada pihak yang ada di jalur politik yaitu legislatif sebagai saran mengambil kebijakan,” terang, Afrianto.

Salah satu Pengamat politik yang juga jurnalis senior Luwu Raya, Andre Islamuddin, menyampaikan salah satu faktor yang menghambat pendidikan generasi muda di Luwu adalah Pemindahan Ibukota Kabupaten Luwu ke Kota Belopa, lanjut ia menjelaskan bahwa pemindahan Ibukota Kabupaten Luwu yang tidak dibarengi dengan pembangunan perguruan tinggi DI Belopa menjadi pengamat pembentukan karakter generasi muda.

“Perlu dijetahui Generasi muda sekarang mulai meninggalkan forum diskusi yang berimbas generasi muda kualitas kehilangan pola pikir kritis. Kondisi politik akan menyulitkan generasi muda untuk ikut sebagai calon anggota legislatif ditambah lagi maraknya money politik,” jelas, Andri. (ham)

Komentar

Berita Terkait