oleh

Desak Pemerintah Ubah Haluan Ekonomi, Ratusan Mahasiswa Bakar Ban di DPRD Palopo

PALOPO, TEKAPE.co – Ratusan mahasiswa dari berbagai lembaga kemahasiswaan di Kota Palopo, yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (Gempa) melakukan unjuk rasa, di gedung DPRD Kota Palopo, Jl Andi Baso Rahim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulsel, Kamis 1 November 2018.

Unjuk rasa itu dilakukan dengan melakukan orasi secara bergiliran. Mereka juga membakar ban di depan lobi gedung DPRD Palopo.

Dalam pernyataan sikapnya, ratusan demonstran itu menuntut agar pemerintah mengganti haluan ekonomi menuju haluan ekonomi Pancasila, mencabut UU nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, melaksanakan pasal 33 UUD 1945, dan laksanakan reforma agraria sejati.

Merealisasikan 10 juta lapangan kerja, mendesak pemerintah untuk meretas segala konflik yang terjadi di NKRI.

Mereka juga menuntut, agar pemerintah mengevaluasi syarat mendirikan rumah ibadah, dan menegakkan aturan kemerdekaan dan jaminan menjalankan agama masing-masing.

Selain itu, mereka juga menuntut agar pemerintah segera merealisasikan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah.

Salah seorang peserta aksi, Aswan Musa, dalam orasinya, menjelaskan beberapa tuntutan aksinya. Salah satunya adalah mendesak pemerintah pusat untuk melaksanakan kedaulatan pangan dan energi juga mengimplementasikan 10 ribu lapangan kerja.

“Kami juga ingin pemerintah segera memekarkan daerah otonomi baru Luwu Tengah. Cabut UU PMA, ganti haluan ekonomi dan laksanakan Pasal 33 UUD 1945,” ungkapnya.

Sebelum melakukan unjuk rasa dikantor DPRD terlebih dahulu para peserta aksi melakukan orasi di Jl Andi Djemma Palopo. Setelah itu mereka long march menuju kantor DPRD.

Unjuk rasa tersebut dikawal puluhan aparat kepolisian. Polisi juga menyediakan mobil water Canon untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. (rin)

Komentar

Berita Terkait