oleh

Berbagi Ilmu dari Ujung Microphone (Catatan Akhir Tahun 2017 oleh Lukman Hamarong)

Sejatinya, kemampuan seseorang bisa dilihat dari seberapa besar dia mampu menginspirasi banyak orang. Pun dengan seorang pemimpin, harus memiliki skill kepemimpinan yang baik, sehingga mampu menjadi sumber inspirasi.

Leadership Skill Is The Ability To Inspire, skill kepemimpinan adalah kemampuan untuk menginspirasi. Tidak semua orang punya kemampuan menjadi pemimpin karena berbagai alasan, tetapi semua orang mampu menginspirasi, baik dari sisi perbuatan, lisan, ataupun tulisan. Namun, yang luar biasa adalah ketika dia memiliki keduanya, menjadi pemimpin yang inspiratif.

Tak perlu jauh-jauh mencari pemimpin seperti itu. Luwu Utara punya sosok pemimpin yang bisa menginspirasi banyak orang. Dia adalah Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara, yang akhir-akhir ini acapkali diundang sebagai narasumber di berbagai acara seminar, lokakarya, workshop atau sejenisnya, baik berskala lokal, regional maupun nasional, bahkan internasional.

The Ability To Inspire, kemampuan Indah Putri menginspirasi mungkin salah satu alasan dia diundang untuk berbagi ilmu di berbagai event yang melibatkan peserta, bukan hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga para pejabat tinggi dari negera-negara Asia Pasific.

Indah memiliki kemampuan mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang inspiratif dan inovatif. Berpikir visioner adalah awal penciptaan gagasan-gagasan baru. Sebagai seorang motivation stimulator, Indah sangat cakap berbicara tentang banyak hal. Tidak hanya argumentatif, tetapi juga implementatif.

Tidak heran jika dia mampu berbicara tentang kakao dalam satu forum, dan di forum lain berbicara tentang kesehatan, teknologi/informasi, pertanian secara umum, sosial kemasyarakatan, agama dan pendidikan.

Tidak hanya berbicara, dia juga mampu menginspirasi dengan berbagai gagasan-gagasan briliant. Indah paham betul bahwa berbagi ilmu itu pekerjaan mulia yang pastinya bernilai ibadah.

Ilmu adalah pusaka para Nabi, dan pemilik ilmu akan mendapat banyak relasi pertemanan, dan tentunya apresiasi.

Nah, kemampuan seorang pemimpin dalam berbagi ilmu ditunjang oleh enam hal: (1) Visionary, yaitu mampu memberikan pandangan yang jelas dan terukur; (2) Enhancing, mampu menjaga hubungan silaturahmi dengan bawahan; (3) Driver, mampu memberikan arahan yang baik dan bertanggung jawab kepada bawahan; (4) Principled, memiliki prinsip yang kuat untuk melakukan hal-hal yang benar; (5) Enthusiast, mampu memberikan semangat dan energi yang positif kepada bawahan; dan (6) Expert, yaitu mampu memberikan arahan teknis yang kuat dan mendalam kepada bawahan.

Dan dari ujung microphone, Bupati bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan jajarannya menelurkan beberapa inovasi yang telah berbuah prestasi. Tercatat selama 2017, Luwu Utara berhasil meraih beberapa apresiasi dari pemerintah provinsi dan pusat.

Di sektor pendidikan misalnya, program sarjana mengajar dan distribusi guru proporsional masuk tiga terbaik nasional inovasi pelayanan distribusi guru.

Sektor teknologi dan informasi (IT), Luwu Utara menjadi kabupaten kecil terbaik di Indonesia dalam hal Penyiapan IT.

Dan jangan lupa ke depan, program Smart City dan Smart Village juga bakal diterapkan. Semua itu lahir dari “cuap-cuap” berkualitas di ujung microphone, dan tentunya berkat komitmen yang kuat pula.

Di sektor lain, Luwu Utara juga meraih tiga penghargaan bergengsi, yakni Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Kabupaten Sehat Kategori Tertinggi Swastisaba Wistara, serta meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Belum lagi visi religius yang menjadi urat nadi dan nafas pembangunan di berbagai sektor yang saat ini tengah bergairah.

Untuk itu, mari kita sambut gerbang selamat datang 2018 dengan pikiran positif, karena berpikir positif adalah cara terbaik agar tidak terjebak di dalam subjektivitas belaka, dan berusaha objektif demi mendapatkan pandangan yang seimbang dan menenangkan. (LH)

Komentar